Selasa, 16 April 2013

Kata kopi berasal dari bahasa arab yakni, قهوة‎ qahwah, yang mempunyai arti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah mengalami perubahan setelah memasuki bangsa Turki yakni kahveh dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan bahasa koffie kemudian di serap bangsa Indonesia menjadi kopi. Kedai kopi pertama ditemukan di Istanbul, Turki pada tahun 1334, budaya ini di lakukan oleh ras muslim pada waktu itu.

di Yaman pada pertengangan tahun 1400-an, sebuah minuman baru yang terbuat dari biji kopi mulai sangat populer. Orang-orang Yaman saat itu memanggang biji kopi, kemudian merebusnya untuk menghasilkan minuman yang kaya kafein. Pada tahun 1400 dan 1500 an, kopi mulai tersebar luas di seluruh dunia Muslim, dan toko-toko kopi mulai bermunculan di kota-kota besar. Kedai-kedai kopi mulai menjadi tempat tongkrongan saat itu, sebagai tempat bersosialisasi dan berkenalan dengan orang lain. Kemudian pada tahun 1600 an, kedai-kedai kopi mulai menyebar ke dataran Eropa juga. Awalnya terdapat penentangan dari masyarakat Kristen Eropa, karena kopi dianggap "minuman Islam". Lambat laut kedai kopi menjadi "pusat Pencerahan" terutama di Perancis. Padahal masyarakat Eropa sebelumnya sudah terbiasa dengan minuman alkohol, dan sekarang mereka bertemu di kedai-kedai kopi dimana mereka membahas filsafat, pemerintahan, politik dan ide-ide lain yang menjadi pilar pencerahan. Filsuf Pencerahan Perancis seperti Diderot, Voltaire, Roussesau adalah pelanggan tetap di kedai kopi Paris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar